Senin, 30 Oktober 2017

Salah satu Produk Unggulan Bengkulu

Pisang Ambon asal Curup Diminati Pendatang




Pisang Curup pedagang pisang curup menunjukkan kepada pembeli untuk memilih yang bagus. Jenis pisang tersebut memiliki citarasa dan aroma tersendiri. (foto ANTARA/triono subagyo)

Rejanglebong - Pisang ambon produksi  Curup, Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, banyak diminati para pendatang, karena rasanya manis dan beraroma harum.

"Pembeli kebanyakan berasal dari luar daerah, dan ada juga sebagian kecil dari Kota Bengkulu, mereka tertarik membeli pisang ambon Curup karena rasanya manis dan harum," kata Waty (32), salah seorang pedagang buah di kawasan wisata Danau Mas Harun Bestari (DMHB), Kecamatan Selupu Rejang, Minggu.

Ia mengatakan, pembeli buah tersebut umumnya, para pendatang yang melintas di jalan Lintas Curup-Lubuklinggau (Sumsel), mereka menjadikan pisang ambon ini sebagai oleh-oleh kembali ke daerahnya.

Harga Pisang Ambon dijual pedagang setempat Rp.15.000 hingga Rp.25.000 /sisir, tingginya harga jual pisang ini karena kualitas baik sehingga konsumen tidak merasa dirugikan.

Pisang yang dijual para pedagang di kawasan DMHB tambah dia, kebanyakan berasal dari Kecamatan Curup Tengah, Curup Timur, Curup Selatan dan kecamatan lainnya, kemudian buahnya dibeli pedagang pengumpul yang selanjutnya memasok kebutuhan pedagang di daerah itu.

Tanaman pisang Mereka tidak bisa menanam pisang, karena di kawasan tersebut letak tanahnya berbentuk perbukitan dengan tanah gembur dan hembusan anginnya cukup kecang sehingga tanaman pisang mudah roboh.

Buah ini dijual pedagang pengumpul kepada pedagang buah eceran seharga Rp.40.000 hingga Rp.50.000 untuk satu tandannya. Sedangkan untuk jenis pisang lainnya seperti pisang kepok dan pisang emas harga juga tidak jauh berbeda, cuma bedanya kalau pisang ambon menjadi bahan dagang utama mereka dan untuk jenis pisang lainnya hanya sebagai pelengkap dagangan.

Sementara itu menurut Yanto (40) pedagang buah lainnya, menyebutkan pasaran buah di daerah itu ramai di datangi pengunjung saat musim liburan atau pada hari Sabtu dan Minggu.

"Kalau lagi musim liburan atau hari Sabtu dan Minggu pembelinya buah banyak terutama mereka yang jalan-jalan ke Kota Bengkulu, sedangkan pada hari biasanya pembeli tetap ada tapi paling banyak bisa terjual 30 sisir," ujarnya.

Untuk menambah pendapatan Yanto, selain menjual pisang ambon juga menjual aneka buah lainnya seperti alpukat, strawbery, labu kuning, kemudian ubi rambat dan juga anakan kelinci, dari usahanya ini perharinya dia bisa mendapatkan keuntungan Rp.100.000 - Rp.250.000.


Sumber https://bengkulu.antaranews.com/berita/6456/pisang-ambon-asal-curup-diminati-pendatang

Salah satu Potensi Udang Vaname Bengkulu






Potensi Tambak Udang Bengkulu Harus Dimaksimalkan



NusantaraTerkini.Com – Siapa yang menyangkal jika Provinsi Bengkulu menyimpan kekayaan yang luar biasa. Sepanjang 525 kilometer kawasan pesisir yang terbentang dari ujung Kaur hingga Mukomuko punya potensi besar yang bisa dimaksimalkan untuk kesejahteraan rakyat.
Namun itu semua belum tergarap dengan baik. Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti mengakui hal itu dan mengungkapkan, sebenarnya kekayaan yang belum tergarap di daerah itu, memiliki potensi yang sangat besar, salah satunya yakni budidaya udang.
Bengkulu punya keterbatasan dalam mengelola daratan karena sebagian besar merupakan hutan lindung. Untuk itu potensi laut lah yang harus dimaksimalkan, laut itu dibawa ke daratan menjadi tambak udang. Sepanjang 525 kilometer laut Bengkulu terbentang, namun hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan sebagai daerah tambak udang.
“Udang sangat berpotensi dan banyak permintaan dari negara lain, mengapa udang yang ada di Bengkulu tidak begitu laku, karena untuk ekspor membutuhkan komoditas dengan kuantitas yang besar, sementara di sini hanya sedikit hasil dari budidaya udang,” katanya seperti dilansir salah media online lokal Bengkulu.
Gubernur mengungkapkan, dari sisi kualitas Bengkulu tidak kalah dengan daerah-daerah lainnya. Jika dari Kaur sampai Mukomuko kegiatan tambak udang diberdayakan dengan baik, maka industri pengolahan udang segar siap ekspor akan tumbuh di Bengkulu.
“Udang Bengkulu tidak harus di kirim ke Lampung atau Jakarta untuk dibersihkan dan di ekspor ke negara lain seperti Jepang,” ungkap Gubernur. Sehingga menjadi peluang besar untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.
Perlu diketahui, kegiatan budidaya tambak udang memang masih sangat minim di Provinsi Bengkulu. Hingga saat ini beberapa kabupaten sudah mulai memaksimalkan kegiatan budidaya udang, salah satunya di Kabupaten Bengkulu Tengah namun masih sedikit.
Geliat tambak udang justru mulai tampak di Kabupaten Kaur, bahkan satu perusahaan besar, PT Dua Putra Perkasa Pertama (DPP) sudah melakukannya dengan menerapkan tambak udang berbasis teknologi. Diterapkan secara modern dengan tata kelola perusahaan yang baik serta mematuhi regulasi dan ketentuan yang berlaku.
Kehadirannya di Kaur juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Selain menjelma menjadi pioner kegiatan budidaya udang di Provinsi Bengkulu, khususnya Kabupaten Kaur. PT DPP juga mengoptimalkan tenaga lokal yang tentu saja berdampak pada perekonomian masyarakat Kaur.
Untuk itu, potensi besar yang dimiliki ini harus dikelola dengan baik dan maksimal. Baik itu dikembangkan oleh petambak lokal maupun investor yang ingin atau bahkan sudah berinvestasi di Bengkulu.
Peran pemerintah pun dinanti, mengundang investor dan mempertahankan investor yang sudah menanamkan modalnya. Tidak mempersulit izin, menyiapkan infrastruktur yang baik, seperti jalan dan listrik. Karena sekali lagi, ketika ini dikelola secara maksimal maka akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat dan peningkatan pendapatan asli daerah serta menunjang geliat pembangunan di Bumi Rafflesia.

Sumber https://nusantaraterkini.com/potensi-tambak-udang-bengkulu-harus-dimaksimalkan/